Minggu, 06 April 2014

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku



Tahun 2012 lalu, saya diterima bekerja di salah satu perusahaan web development di Semarang dengan posisi sebagai admin web. Pada awal bekerja, saya memakai notebook saya pribadi untuk bekerja. Baru satu bulan jalan, notebook saya rusak. Mau tidak mau saya harus segera mengganti dengan notebook baru untuk menunjang kinerja saya.

Sejak dari kuliah saya sudah naksir notebook Asus. Sayangnya, notebook pertama saya bukan merk Asus karena hadiah dari orangtua, jadi saya tidak bisa memilih saat mereka membelikan untuk saya. Alasan saya naksir Asus karena saya sering datang ke pameran komputer dan membaca brosur-brosur produk elektronik dengan berbagai macam merk dan type. Saya sangat tertarik dengan kecanggihan produk Asus yang pada waktu dilakukan pengetesan ekstrim untuk notebook berkualitas terbaik. Dan juga Asus merupakan notebook pertama yang mampu mencapai dan bertahan di puncak Gunung Everest. Itu keren sekali bagi saya. Saya belum pernah membaca fitur atau tes tersebut di brosur notebook merk lain. Iklan yang sangat bagus, sungguh menarik. Ini yang membuat saya jatuh hati kepada Asus. Selain itu, Asus memiliki spek yang berbeda sesuai dengan type. Ada notebook untuk gaming, untuk browsing, untuk desain, dan lain-lain. Konsumen tinggal memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan budget mereka.

Sebelum saya membeli notebook saya yang kedua, saya sempat berkonsultasi dengan teman saya. Saya memiliki dua kandidat notebook yang ingin saya beli. Satu bermerk Asus, satunya lagi merk lain. Dengan semangat yang menggebu, ia menyarankan saya untuk membeli Asus saja. Katanya, Asus jauh lebih bagus dibanding kandidat merk satunya. Kebetulan ia baru saja membeli notebook Asus seri A43S seminggu sebelumnya, dan ia sangat puas dengan fitur perangkat Asus. Itu membuat saya semakin mantap untuk membeli Asus. Saya putuskan untuk membeli Asus A43E warna hitam dengan budget harga kurang dari 4 juta. Cukup ekonomis dan terjangkau menurut saya. Mengapa saya memilih Asus A43E? Saya memiliki beberapa alasan, sebagai berikut:
1.       Asus A43E memiliki fitur IceCool yang membuat temperatur notebook selalu sejuk dan tidak cepat panas walau digunakan dalam waktu yang lama. Tidak seperti notebook saya yang pertama. Mudah panas saat dipakai untuk waktu yang lama. Terutama untuk menonton video, sangat mudah untuk panas.
2.       Asus A43E menggunakan USB 3.0.
3.       Ada DVD Rom, jadi bisa digunakan untuk membuka file langsung dari CD atau DVD.
4.       Koneksitas jaringan internet mudah dan cepat. Tidak perlu melakukan setting yang ribet.
5.       Speakernya oke banget.

Saya menggunakan Asus A43E ini sudah 1,5 tahun (sejak September 2012). Rasa merasa pilihan saya membelinya adalah pilihan yang sangat tepat. Saya merasa puas dengan fitur perangkatnya. Benar-benar membantu pekerjaan saya. Pekerjaan saya yang notabene-nya membutukan koneksi internet, jadi merasa terbantu dengan mudah dan cepatnya mencari koneksi internet. Saya yang juga suka menonton DVD, tak perlu khawatir notebook akan panas karena teknologi IceCool yang berfungsi mendinginkan. Untuk baterai, awet sekali. Masa baterai dalam keadaan full mampu beroperasi selama kurang lebih 5 jam. Jadi, tidak perlu sebentar sebentar melakukan charging baterai. Dipakai untuk main games juga top banget. Juara! USB 3.0 nya sangat top, sepuluh kali lipat lebih cepat untuk menransfer data external dibanding USB 2.0. Saya senang selama saya memakai notebook ini, dia tak pernah rewel. Selain itu, kelebihan Asus A43E lainnya yang membuat saya tambah suka adalah hanya perlu waktu kurang lebih 5 detik untuk shuting down. Berbeda sekali dengan notebook saya yang lama. Fiturnya jauh lebih bagus Asus. Amazing! Bagi saya, Asus adalah notebook terbaik dan favoritku, serta paling oke di dunia.


Berikut adalah tampilan dari Asus A43E






Bagi yang sedang dilanda bingung akan membeli notebook merk apa? Saya sarankan pilihlah Asus. Dijamin tidak mengecewakan, justru Anda akan semakin mencintainya dengan segala kecanggihan fitur perangkat yang dmilikinya.