Tahun 2012 lalu, saya diterima
bekerja di salah satu perusahaan web development di Semarang dengan posisi
sebagai admin web. Pada awal bekerja, saya memakai notebook saya pribadi untuk bekerja. Baru satu bulan jalan, notebook saya rusak. Mau tidak mau saya
harus segera mengganti dengan notebook
baru untuk menunjang kinerja saya.
Sejak dari kuliah saya sudah
naksir notebook Asus. Sayangnya, notebook pertama saya bukan merk Asus
karena hadiah dari orangtua, jadi saya tidak bisa memilih saat mereka membelikan
untuk saya. Alasan saya naksir Asus karena saya sering datang ke pameran
komputer dan membaca brosur-brosur produk elektronik dengan berbagai macam merk
dan type. Saya sangat tertarik dengan kecanggihan produk Asus yang pada waktu
dilakukan pengetesan ekstrim untuk notebook
berkualitas terbaik. Dan juga Asus merupakan notebook pertama yang mampu mencapai dan bertahan di puncak Gunung
Everest. Itu keren sekali bagi saya. Saya belum pernah membaca fitur atau tes
tersebut di brosur notebook merk
lain. Iklan yang sangat bagus, sungguh menarik. Ini yang membuat saya jatuh
hati kepada Asus. Selain itu, Asus memiliki spek yang berbeda sesuai dengan
type. Ada notebook untuk gaming, untuk browsing, untuk desain, dan lain-lain. Konsumen tinggal memilih
produk sesuai dengan kebutuhan dan budget mereka.
Sebelum saya membeli notebook saya yang kedua, saya sempat
berkonsultasi dengan teman saya. Saya memiliki dua kandidat notebook yang ingin saya beli. Satu
bermerk Asus, satunya lagi merk lain. Dengan semangat yang menggebu, ia
menyarankan saya untuk membeli Asus saja. Katanya, Asus jauh lebih bagus
dibanding kandidat merk satunya. Kebetulan ia baru saja membeli notebook Asus seri A43S seminggu
sebelumnya, dan ia sangat puas dengan fitur perangkat Asus. Itu membuat saya
semakin mantap untuk membeli Asus. Saya putuskan untuk membeli Asus A43E warna
hitam dengan budget harga kurang dari 4 juta. Cukup ekonomis dan terjangkau
menurut saya. Mengapa saya memilih Asus A43E? Saya memiliki beberapa alasan,
sebagai berikut:
1. Asus
A43E memiliki fitur IceCool yang membuat temperatur notebook selalu sejuk dan tidak cepat panas walau digunakan dalam
waktu yang lama. Tidak seperti notebook
saya yang pertama. Mudah panas saat dipakai untuk waktu yang lama. Terutama
untuk menonton video, sangat mudah untuk panas.
2. Asus
A43E menggunakan USB 3.0.
3. Ada
DVD Rom, jadi bisa digunakan untuk membuka file langsung dari CD atau DVD.
4. Koneksitas
jaringan internet mudah dan cepat. Tidak perlu melakukan setting yang ribet.
5. Speakernya
oke banget.
Saya menggunakan Asus A43E ini
sudah 1,5 tahun (sejak September 2012). Rasa merasa pilihan saya membelinya
adalah pilihan yang sangat tepat. Saya merasa puas dengan fitur perangkatnya.
Benar-benar membantu pekerjaan saya. Pekerjaan saya yang notabene-nya membutukan koneksi internet, jadi merasa terbantu
dengan mudah dan cepatnya mencari koneksi internet. Saya yang juga suka
menonton DVD, tak perlu khawatir notebook
akan panas karena teknologi IceCool yang berfungsi mendinginkan. Untuk baterai,
awet sekali. Masa baterai dalam keadaan full mampu beroperasi selama kurang
lebih 5 jam. Jadi, tidak perlu sebentar sebentar melakukan charging baterai. Dipakai untuk main games juga top banget. Juara! USB 3.0 nya sangat top, sepuluh kali
lipat lebih cepat untuk menransfer data external dibanding USB 2.0. Saya senang
selama saya memakai notebook ini, dia
tak pernah rewel. Selain itu, kelebihan Asus A43E lainnya yang membuat saya tambah
suka adalah hanya perlu waktu kurang lebih 5 detik untuk shuting down. Berbeda sekali dengan notebook saya yang lama. Fiturnya jauh lebih bagus Asus. Amazing! Bagi saya, Asus adalah notebook terbaik dan favoritku, serta paling oke di
dunia.
Berikut adalah tampilan dari Asus A43E
Bagi yang sedang dilanda bingung akan membeli notebook merk apa? Saya sarankan pilihlah Asus. Dijamin tidak mengecewakan, justru Anda akan semakin mencintainya dengan segala kecanggihan fitur perangkat yang dmilikinya.




