Kamis, 26 Juli 2012

Puncak Kerinduan Seorang Sahabat Untuk Kekasihnya

Kali ini aku akan bercerita tentang seorang sahabatku yang dirundung rindu berkepanjangan. Ela, namanya. Ela memiliki seorang kekasih yang sering dipanggil teman-teman kuliahnya dengan sebutan “Pakde”. Beberapa bulan lalu setelah graduation ceremony-nya Pakde, dia pergi umroh sekeluarga sebagai ungkapan rasa syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pakde sekeluarga menjalani umroh kurang lebih 10 hari di tanah suci Mekkah. Ela setia menanti Pakde, hihihiii.. setelah kepulangan Pakde dari tanah suci, Pakde memiliki rencana untuk menuntut ilmu ke luar negeri. Ela yang diberi kabar itu sedih karena harus berpisah dengan Pakde untuk beberapa bulan ke depan. Berat sekali rasanya melepas kepergian Pakde, tapi demi cita-cita Ela rela melepas kepergian Pakde, ciiiieehh

Anggap aja yang di gambar ini Ela sedang menanti Pakde ;p
Selama kepergian Pakde ke luar negeri tersebut, Ela mendapat pekerjaan di Surabaya. Tanpa kehadiran Pakde di sisinya, dia menjalani hari-hari sunyinya seorang diri. Jauh dari keluarga (di Kendal) dan teman-temannya (sebagian besar di Semarang). Ditambah Pakde jarang sekali menghubunginya. Roamingnya mahal booo.. hahaa. Ikut sedih juga sih kalau dia curhat tentang kepergian Pakde. Tapi apa mau dikata, aku juga tak bisa menemaninya hidup di Surabaya yang jauh itu :D

Hampir tiga bulan ela di Surabaya, dia mendapat kabar dari Vita -sahabat kami yang di Semarang- bahwa di tempat Vita bekerja membutuhkan pegawai baru. Tak hanya Ela, aku pun dikabari Vita. Kami berdua sama-sama ditawari Vita untuk ikut wawancara. Seperti ada angin surga yang menghempas, kami mengiyakan tawaran Vita. Akhirnya ada kesempatan untuk kami bertiga bertemu kembali setelah beberapa bulan terpisah jarak. Alhamdulillah.. kami berdua diterima semua, tapi beda perusahaan, tapi tempatnya sama. Nah lhoo.. bingung kaan? Aku aja bingung, hahahaa. Aaah apapun namanya, judulnya tetep, sekantoooorrr.. Seneng akhirnya kami bertiga –aku, Ela, Vita- kembali bersama. Yeay!
Selama tinggal di Semarang aku dan Ela tinggal sekosan, kamarnya sebelahan pula, tapi di kantor beda ruangan. Pernah suatu ketika dia ngeluh pengen ketemu Pakde, kangen katanya. Aku memaklumi.. aku juga begitu kalo ditinggal orang yang ku sayang, hehee. Tapi lama-lama dia kelewat gila kalo ngomongin soal Pakde (piss Elaa hahaaa). Bayangin aja, lagi ngomongin sesuatu di YM, ujung-ujungnya ada kata “aku kangen Pakde”, “aku hanya ingin Pakde di sisiku”, atau apalah -,- Begitu hampir tiap saat.. aku sampai gemes >.< parahnya tiap aku berpaling pura-pura ga denger saat dia cerita Pakde, dia selalu bilang “ini bentuk akumulasi rinduku pada Pakdeku sayang yang tinggal jauh di sana huhuhuuu”. Serasa mau pingsan hahahaaa.. tapi aku gemesnya sama dia tuh gemes guyoon.. iyuh deh hahaa

Semalem (26/7/12) saat Ela sedang melakukan ritual anak kos (baca: nyetrika tengah malam), hapenya berdering. Seketika dia beranjak dari tempat duduk sambil berkata “aaa Pakde telpon. Sebentar yaa..” dia berlari ke teras kos sambil lari gembira. Ckckckkk, seneng juga ngeliatnya. Tapi ga ninggalin setrikaan ngejogrok gitu juga kalee. Maen kabur, setrikaan belum dikecilin pemanasnya -__-“ Beberapa menit kemudian dia masuk ke kos dengan senyum sumringah bagai musafir di padang pasir yang nemu air segalon. Serta merta dia berkata “ Pakde sudah di Jakartaaa. Sebentar lagi mau pulang ke Semarang. Aaa senangnyaa..” Aku pasang muka datar dan memandang tipi (sengaja). Tapi ga betah lama-lama nahan tawa. Akhirnya aku ikutan tertawa.. hahahaa kami berdua berisik di malam hari padahal penghuni kos yang lain sudah masuk kandang menarik selimut masing-masing. Alhamdulilaah.. aku ikut senaang :) akhirnya aku tak perlu lagi mendengar keluhan dudul “aku kangen Pakdee” lagi.. hehee.. tapi ya bakal kangen juga dengan kedudulan-kedudulan macam seperti itu ;p

dan anggap saja ini gambar Pakde dan Ela, hihihiii

Akhirnya.. Selamat menjemput penantianmu bertemu Pakde kembali dalam hitungan menit ke depan, Elaa... I always hope you happy. muuaah :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar